Selasa, 21 Juni 2011

Pembuatan Pupuk Organik




Sumberdalem, 20 Juni 2011
Sebuah percobaan pembuatan pupuk Organik Cair maupun padat oleh Pengurus Gapoktan Jaya Tani Desa Sumberdalem bersama Penyuluh Pendamping Desa Sumberdalem yaitu Sita Farida dari BPP Kertomartani Kecamatan Kertek, setelah salah satu pengurus Gapoktan mengikuti berbagai pelatihan tentang pembuatan pupuk organik, dengan bahan Baku yang sudah sudah ada disekitar " Hanya EM4 dan tetes tebu aja yang beli " kata Muh Efendi salah satu pengurus Gapoktan, adapun bahan - bahan untuk pupuk cair yaitu :
1. Kotoran Ternak dan urin ternak
2. Daun Kanigara ( Rondo semoyo, mahitan, dll)
3. Daun Kalendra
4. Ampas tahu
5. Arang Sekam
6. EM 4
7. Tetes Tebu
8. Rempah - rempah
9. Air
dalam tahap pembuatan tersebut sangatlah mudah. dan sudah di buat 10 kg pupuk cair yang siap untuk di demplotkan atau di uji cobakan.
dan juga telah dibuat pupuk Organik padat yang di praktekkan di lokasi kandang kelompok ternak Sumber Rahayu Mlandi dengan jumlah mencapai 200 kg dan di tunggu selama 21 hari untuk bisa digunakan pemupukan. dengan harapan setelah masa percobaan ini dilakukan dan telah digunakan akan diadakan pengkajian oleh Pengurus Gapoktan Jaya Tani Desa Sumberdalem tentang Hasil Pembuatan Pupuk Organik tersebut, apabila sudah bisa membuat pupuk Organik yang berkualitas baik maka akan memproduksi yang banyak agar seluruh Petani Desa Sumberdalem bisa menggunakan Pupuk Organik tersebut dan mau beralih dari kimiawi.

Sabtu, 18 Juni 2011

Kepala Desa Sumberdalem


Sumberdalem, 18 Juni 2011
RAHMAT SE, Kepala Desa Sumberdalem terlahir  di Wonosobo 09 September 1972 yang telah berkeluarga dan mempunyai dua anak. Istrinya Muslimah yang setia sebagai pendamping hidupnya dengan kesibukan sebagai pedagang beras di pasar kertek.
Kepala Desa yang mengabdikan diri untuk Desanya berjuang untuk Desanya agar lebih maju lebih Baik dan lebih sejahtera, dengan Visi misinya Menjalankan Proses Pembangunan selama menjabat sebagai Kepala Desa Sumberdalem bersama jajaran Perangakat Desa BPD dan unsur Kelembagaan lainya yang telah dituangkan dalam Peraturan Desa dan dituangkan dalam RPJMDes, RKP sesuai dengan hasil Musyawarah Desa atau Rembug Desa itu bisa terlaksana sesuai dengan Perencanaan.
Nglembah Manah dan Andap Asor dalam kesehariannya dalam melayani masyarakat, karena seorang pemimpin harus bisa mengayomi masyarakatnya agar bisa tercipta sebuah Ketentraman dan kenyamanan. 
Berbagai terobosan yang dilakukan untuk menyukseskan program2 yang telah direncanakan agar rencana yang telah ditetapkan itu bisa terealisasi dengan baik. dan juga lebih mengedepankanatau memprioritaskan  program ekonomi kerakyatan, kesehatan, Pendidikan serta Insfrasturktur. dalam menjalankan pembanguanan.

Kamis, 16 Juni 2011

Pembangunan Jalan Protokol Desa

Sumberdalem, 16 Juni 2011
Kegiatan Pembangunan Insfrasturuktur TPT Jalan Protokol Desa yang sedang dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan Desa Sumberdalem (TPK) yang didanai dari Dana PNPM-Md tahun 2011 yang sudah menjadi prioritas usulan tahun 2010 dan sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) Tahun 2011 Desa Sumberdalem dilaksanakan dengan tambahan Swadaya dari Masyarakat tenaga dan material kini sudah mencapai 60 % tahap pembangunannya. karena di tahun anggaran 2011 ini juga akan mendapat bantuan Pengaspalan Jalan Protokol Desa dari dana APBD Kabupaten Wonosobo dukarenakan jalan tembus Dusun Sambon sampai Dusun Mlandi sudah rusak dan perlunya ada perehaban dan juga jalan tersebut belum ada Talud penahan Tanah (TPT) sehingga dengan mudah air saluran irigasi yang belum layak itu sering membludak kejalan dan merusak jalan tersebut sehingga akan menggagu kenyaman pengguna jalan.dan jalan tersebut sangat Vital karena sebagai jalan utama desa dan sebagai jalan ekonomi. juga sebagai akses jalan menuju ke tempat pengolahan sampah Desa.
Pembangunan TPT jalan tersebut diperkirakan akan selesai dua minggu lagi, dan setelah selesainya jalan tersebut untuk bisa dipelihara dengan baik oleh warga Desa Sumberdalem.

Kegiatan Pelatihan

Sumberdalem, 16 Juni 2011.
Kegiatan yang didanai Melalui PNPM-Md tahun 2011 untuk Desa Sumberdalem  salah satunya adalah Kegiatan Pelatihan yang telah dibuka dan dilaksanakan yaitu Kegiatan Pelatihan Las dan Pelatihan Bordir, dengan jumlah Peserta pelatihan Bordir 20 orang dan untuk pelatihan Las 16 orang Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh TPK Desa Sumberdalem yang bekerjasama dengan LPK PRIMA JASA Wonosobo. 
Para peserta sangat antusias sekali untuk mengikuti Pelatihan tersebut  “ saya sangat berterimakasih sekali dengan adanya pelatihan las ini semoga apa yang telah saya dapatkan dari pelatihan ini bisa saya kembangkan lebih lanjut,” Tutur dari Heru Iriyawan salah satu peserta dari pelatihan las. Ketua TPK Sumberdalem sangat berharap juga kepada para peserta Pelatihan agar bisa mengikuti dengan baik dan menggunakan kesempatan belajar yang tanpa dipungut biaya tersebut agar bisa ada tindak lanjut dari hasil pelatihan yang telah diikutinya. Syukur bisa membuka usaha sendiri dan apabila membutuhkan tambahan modal bisa menggunakan dana simpan pinjam PNPM-Md yaitu SPP ataupun UEP. Setiap 4 kali dalam seminggu mereka harus hadir mengikuti kegiatan Pelatihan tersebut dari jam 07.30 sampai selesai.

Rabu, 15 Juni 2011

Perajin Ramai Pesanan Alat Pertanian

foto pande besi

Menjelang Musim Tanam
Sumberdalem - Para perajin alat pertanian di sentra kerajinan pandai besi Desa Sumberdale,m Kecamatan Kertek kebanjiran pesanan.

Meski hanya beberapa jenis alat pertanian, namun diakui kondisi penjualannya relatif bagus. Dalam persiapan musim tanam kedua pada tahun ini permintaan alat pertanian seperti cangkul, sabit maupun gobang diprediksi akan mengalami kenaikan. Para perajin mengaku tidak mengalami kendala dalammencari bahan baku produksinya.
Sarham (50), perajin cangkul di RT 3 RW 5 Desa Sumberdalem mengatakan penjualan alat pertanian pada bulan ini lumayan bagus. Dari setiap hari kerajinan yang diproduksi rata-rata laku terjual 15 buah alat.
Biasanya, berbagai jenis alat yang diproduksi hanya terjual lima buah itu pun sudah termasuk kondisi baik. "Pesanan juga ada. Pemesan dari Wonosobo dan sekitarnya," katanya.
Dikatakannya dia pada musim tanam kedua ini diprediksikan akan mengalami peningkatan pesanan. Pasalnya kebutuhan cangkul baik dari dalam maupun luar kota akan membludak. "Seperti tahun lalu, tahun ini kemungkinan naik," kata Sarham.
Baja Mahal
Menurutnya, cangkul produksinya memang harganya cukup mahal, namun Sarham mengaku bahan baku yang digunakan dari baja asli yang mempunyai kelebihan dari besi biasa yang ada di pasaran.
"Pembelinya juga boleh datang kesini kalau ada kerusakan yang membutuhkan perbaikan," ungkapnya.
Sedangkan perajin gobang di desa tersebut, Nur Rohman (35) juga mengaku produksi gobang pemotong tembakau saat ini sudah terlihat banyak pemesan. Menurutnya pesanan gobang dari Kabupaten Temanggung dalam bulan Maret kemarin cukup banyak.
"Sehari kami hanya mampu membuat empat buah gobang, pemesan lain saat ini sudah ada," paparnya.
Dalam proses produksi gobangnya ia dibantu oleh dua orang pemompa dan menjaga keseimbangan panas api.
Dari hasil produksi gobangnya tersebut ia mengaku cukup untk mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Saya sudah menjadi perajin alat pertanian selama lima belas tahun, Alhamdulillah lancar tidak ada masalah,"ujarnya.
Harga satu buah alat pertanian berupa cangkul saat ini mencapai sekitar Rp 125.000, sedangkan gobang pemotong tembakau harganya sebesar Rp 250 ribu. Untuk beberapa jenis gobang maupun cangkul yang ukurannya lebih kecil harganya dalam kisaran dibawah Rp 100 ribu.
Di Desa Sumberdalem, hampir seluruh penduduk menjadi perajin alat tani. Ada yang secara mandiri maupun kelompok. Mereka rata-rata mempunyai jam kerja yang pasti dan disiplin, yakni mulai daris etengah tujuh pagi hingga pukul satu siang.
"Setelah jam satu siang di desa sini sudah tidak ada yang membuat alat tani. Ada yang istirahat ada yang pergi ke sawah atau menjadi tukang ojek," katanya.
Sumber: Suara Merdeka

Sensus Sapi

1 Juni 2011 sebagai pathokan Sensus Peternakan atau PSPK yang dilaksanakan oleh Pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo yang telah melatih Petugas- petugas untuk mendata Jumlah Ternak yang ada di masing2 Desa. adapun untuk Petugas Desa Sumberdalem yang dilaksanakan oleh petugas yang telah ditunjuk yaitu Bp. Sunar Ahmad Safi'i yang telah dilaksanakan selama 9 hari selesai dengan baik. dan telah mendatangi Rumah-rumah yang dimulai dengan Listing mengorek dari nara sumber yaitu RT dan tokoh setempat yang bisa dimintai keterangan dengan warga yang memiliki Ternak Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau sesuai lingkungan masing2 berdasarkan Peta Desa yang telah di petak dengan Blog sensus. dan dimasukkan dalam L1 sebagai pedoman pencacahan, setelah itu dilanjutkan dengan L2 ditempat Responden yang memiliki Ternak tersebut. untuk Desa Sumberdalem yang di dominasi Dusun Mlandi yang lebih banyak Pemelihara ternak mencapai 80 % dari angka Pemelihara Ternak di Desa Sumberdalem, dan ditemukan satu Kelompok ternak Sapi Potong yaitu SUMBER RAHAYU yang beranggotakan 36 orang yang memelihara sapi potong dalam satu lokasi. adapun hasil Sensus ternak untuk Desa Sumberdalem adalah 49 KK Pemelihara, 110 ekor Sapi potong, 2 ekor Sapi perah, dan 2 ekor Kerbau, ternyata dideteksi juga ada beberapa pemelihara Ternak yang sedang tidak memelihara dikarenakan sedang merehab kandang atau sedang tidak ada kesempatan karena sedang repot di sawah, namun tidak lama hanya berselang sekitar 1 bulanan.

Pande besi menembus Pulau

Sumberdalem,  15 Juni 2011
SUGIARTO. itulah nama lengkapnya,yang sering di panggil dengan kang Giar sebagai Pengusaha Pande Besi di Dusun Pangempon lor ,Sumberdalem,Kertek.Beliau yang sebagai pengusaha pende besi itu pun juga berprofesi sebagai perangkat desa di desanya.Kesungguhannya dalam bekerja dibuktikan dengan kerja kerasnya dalam membentuk lempengan-lempengan besi yang keras menjadi alat pertanian yang selalu dibutuhkan oleh para petani.Bahkan beliau yang hanya mempunyai dua karyawan itu memasarkan hasil kerja kerasnya sampai ke luar pulau karena persaingan di kalangan tempat beliau yang  sudah semakin marak.
Seperti yang diketahui bahwa mata pencaharian pokok warga Desa Sumberdalem adalah  pande besi dan pedagang alat-alat pertanian.Terlebih pula wiraswasta pande besi di dusunnya yang mencapai sekitar 60%.
Bekerja sebagai Pengusaha pande besi memang tidak mudah,karena dibutuhkan keuletan ,kesabaran dan tenanga yang ekstra agar alat yang dihasilkan bisa lebih diminati oleh para pelanggan.Musim yang selalu mereka tunggu-tunggu  adalah musim tembakau.Karena biasanya pada musim tembakau itulah, mereka para warga Desa Sumberdalem mampu mengais rejeki yang lebih.Karena pada musim itu para petani tembakau banyak mencari alat-alat yang dibutuhkan untuk memanen hasil panennya itu.Akantetapi tidak selalu keuntungan besar yang mereka dapat ,namun mereka juga bergantung pada musim yang mendukung hasil panen petani tembakau ataupun tidak.
Para pelanggan biasanya datang langsung ke tempat produksi untuk memesan alat yang mereka butuhkan.Walaupun demikian,para wiraswasta itu lebih sering tidak langsung memperoleh uang dari para pelangganya,karena mereka biasanya mengambil pesanan mereka dulu,baru setelah musim panen tiba,mereka baru bisa membayarnya.Para pengusaha Pande Besi memperoleh ketrampilannya itu karena belajar otodidak yang mereka pelajari sendiri atau ketrampilan turun temurun dari orang tua mereka masing-masing.